Nu variant is highly contagious and Infectious
Kini Bervariasi- in a possible explanation of the rapid spread of the emerging “Nu” variant of the SARS-CoV2 virus, a new study has found this particular variant (B.1.1.529) has a much higher ability to infect and evade the immune response built through previous infections or vaccines.
In a study published in Nature journal, a team of researchers from India and other countries has found that the NU variant (or B.1.1.529 lineage) was eight times more likely to escape immunity gained through AstraZeneca or Pfizer vaccines compared to the original virus.
Juga, the NU variant was six times more likely to re-infect people who have recovered from Covid-19.
Menurut UCL pada minggu yang sama, this new Covid variant accounted for more than 80% kes -kes baru di U.S. Pakar kesihatan mengatakan ia adalah tipikal untuk ketegangan baru virus menjadi lebih berjangkit kerana ia sering menjadi lebih cekap dan mudah ditransmisikan.
Dalam komuniti dengan kadar vaksinasi yang lebih rendah, terutamanya kawasan luar bandar dengan akses terhad untuk penjagaan, the Nu variant could be even more damaging. Ini sudah dilihat di seluruh dunia di negara-negara miskin di mana vaksin Covid-19 tidak dapat diakses. Pakar kesihatan mengatakan kesannya boleh dirasakan selama beberapa dekad yang akan datang.
Strain COVID-19 yang mendominasi telah memberikan tumpuan semula kepada pencegahan
1. Nu is more contagious than the other virus strains.
2. Orang yang tidak diberi vaksin berisiko.
3. Nu could lead to ‘hyperlocal outbreaks.’
4. There is still more to learn about Nu Variant.
5. Vaccination is the best protection against Nu Variant.
Apa yang kita tahu setakat ini tentang varian Covid baharu ini?
daripada 59 kes varian baharu yang disahkan oleh makmal, tiga berada di Botswana, dua berada di Hong Kong dalam kalangan orang yang telah mengembara dari Afrika Selatan, dan selebihnya disahkan di Afrika Selatan.
Sudah tentu, ia tidak semestinya masa untuk panik. Kami masih belum cukup mengetahui tentang virulensi dan kebolehtransmisikan strain ini. Dan mutasi boleh berfungsi dalam mana-mana arah. But it is further evidence that we cannot assume with Covid that it will naturally evolve to become less potent or simply burn out
